-
Tentang Yuna & Terukir Di Bintang

Terukir Di Bintang
Jika engkau minta intan permata
tak mungkin ku mampu.
Tapi sayang kan kucapai bintang
dari langit untukmu.
Jika engkau minta satu dunia
akan aku coba.
Ku hanya mampu jadi milikmu
pastikan kau bahagia.
Hati ini bukan milik ku lagi
Seribu tahun pun akan ku nantikan
Kamu.
Sayangku
Jangan kau persoalkan siapa dihatiku
Terukir di bintang, tak mungkin hilang
cintaku padamu.Hmm Ini lagu lagi ramai di masyarakat tetangga serumpun Malaysia, tadi setelah mendengarkan memang lagunya enak didengar dan aransemen musiknya juga asyik, tidak membuat telinga bosan untuk mendengarnya. Kelihatannya memang sangat sempurna penggarapan lagunya, dan sepertinya Malaysia sudah mulai gebrakan baru, dalam dunia musiknya. Yang selama ini lebih sering mendengarkan lagu dari Indonesia daripada lagu dari negara sendiri. Lagu-lagu Yuna sepertinya membawa angin pembaharuan didunia musik Malaysia. Mungkin musik Yuna ini sudah terpengaruh dengan dunia barat dalam pengaransemenan musiknya, karena Yuna sendiri pernah kuliah di Eropa kalau tidak salah.
Namun ada satu yang saya pribadi sayangkan dari lagu Terukir Di Bintang yang menjadi paling populer di album terbarunya ini. Mari kita lihat realistis dalam lirik lagunya, dan cermati dengan baik baik setiap kalimat dalam liriknya
Diawal mus kira lagu ini menceritakan seorang yang tidak punya apa-apa namun ia tulus mencintai seorang yang ia kasihi. Eh ternyata setelah dicermati lagi, liriknya mengisahkan seorang yang pelit dan sombong mencintai seorang dengan cara digantung. Kenapa mus sebut pelit? Baca lirik awalnya, “Jika engkau meminta intan permata tak mungkin kumampu, Tapi sayang kan ku capai bintang dari langit untukmu” Betapa tidak mus sebut pelit orang ini, karena mencapai bintang saja mampu, masak memberi intan berlian saja tidak pernah mampu?.
Lantas kenapa mus bilang sombong? Baca kalimat berikutnya “Jika engkau minta satu dunia akan aku coba”. Byuh orang emas berlian saja gak pernah bisa ia dapat, eh ini malah bilang jika ada yang minta satu dunia mau dicoba untuk diberikan. Walah terus mus tinggal dimana dong? Ngontrak? Dimana? Kan dunianya sudah mau diberikan. Tapi tenang, mus salut kok sama Yuna, karena akhirnya mampu berealita dibelakangnya, dengan bait lirik terakhirnya “Terukir di bintang tak mungkin hilang cintaku padamu” Memang sih selama ini banyak yang tidak tahu bahwa bintang itu memang lebih besar dari planet-planet yang lain bahkan lebih besar dari bulan. Sangking besarnya bintang sampai cahayanya bisa kita nikmati setiap malam.
Namun lagi-lagi lirik itu justru membuat mus berpikir ganda, karena kenapa harus di Bintang? bukan dihati saja, dekat dan lebih jelas. Kalau diukirkan dibintang apa gak sama saja, lirik ini meminta kekasihnya pergi jauh, apalagi diperjelas dengan kalimat “Jangan kau persoalkan siapa dihatiku”. Mungkin kalau kalimat “Terukir di bintang tak mungkin hilang cintaku padamu” itu diubah dan berbunyi “Tertulis di langit kaulah jodohku untuk selamanya”. Itu lebih asyik dan realita, apalagi bagi seorang muslimah seperti Yuna.
Sebenarnya soal lirik ini tidak hanya dialami Yuna saja, meainkan banyak juga band-band Indonesia yang mengalami ketidak sesuaian kandungan lirik dengan apa yang ada dan tingkat khayalnya terlalu aneh dan justru membuat lagu itu sendiri menjadi kacau. Tapi kenapa mus mengorek habis, lirik Yuna? Apa mau berperang dengan rakyat Malaysia? Oh tentu tidak, justru ini adalah masukan dari mus agar lagu-lagu Yuna terus berkembang dan lebih nyaman lagi baik dari segi lirik dan musiknya. Justru saya korek habis ini karena saya suka dengan aransemen musik Yuna yang nyaman didengar namun kenyamanan itu terganggu ketika mus mencoba memahami lirik lagunya. Saya justru salut dengan Yuna, penyanyi pop yang berani tampil beda. Dengan berhijab, dengan bernyanyi dan bermain gitar. Salut, dan terus berkarya Yuna, mus suka permainan musik lembut dari lagu-lagumu.
Terakhir, pesan saya untuk siapa saja yang suka menciptakan lirik lagu, tolong dipahami dan dibaca lagi lirik lagu itu dengan baik dan benar, apakah sesuai apa yang ada dengan apa yang ditulis? Agar tidak terjadi kerancauan pemahaman dipihak pendengar, seperti yang mus alami pada lirik lagu Yuna ini salah satunya dan masih banyak lagi yang lainnya. Aransemen musiknya keren, masak liriknya keterbelakangan. Mari ajarkan hal-hal yang baik dalam lirik-lirik lagu yang anda buat. Terus berkarya dan semangat.
Salam mus -penikmat musik-
NB: Bagi pendengar jangan hanya mendengar lalu jingkrak jingkrak saja, tapi selami dan ambil pelajaran dari apa yang anda dengar. Foto diambil dari Oh Bulan, sedangkan video silahkan dilihat di Youtube. -
Bejo Masih Ada
Kenapa kau selalu melintasi jalan ini hanya seorang diri? tanpa siapapun menemanimu. Apa kau tak tahu bahwa ini adalah jalan menuju cinta? Lelaki muda berparas tampan itu hanya tersenyum dan menikmati indahnya hari ini tanpa pernah menoleh padanya yang sedang bicara. Ia terus berlalu, melewati lorong-lorong tak berdinding, berhiaskan taman penuh bunga-bunga sembari bibirnya tak berhenti berpuisi.
Aku ingin menjadi
setitik awan kecil di langit
Bersama mentari
Walaupun aku sendiri
tapi aku masih ada
Cinta di dalam hati
***
Mata-mata memandang terkesima oleh puisinya, namun lelaki itu justru berlari meninggalkan mereka para perempuan cantik yang selalu memaksanya untuk diam dan berhenti sejenak, mendengarakan rayuan manis mereka. Mendayu-dayu hanya tuk tusukkan cinta pada tubuhnya.
Lelaki itu berhenti terjepit di sudut ruang sesak lautan manusia sembari meneriakan puisinya.
Hahaha…
Kadang aku merindukan
sentuhan-sentuhan wanita
Kadang aku ingin mencurahkan
semua hasrat di jiwa
Yang telah lama aku pendam
Namun…!
Walaupun aku sendiri
tanpa kekasih
Aku masih bisa bahagia
Semua orang memandangnya dan dari kejauhan terdengar para wanita berparas ayu bertalu talu memanggil namanya Bejo…! Bejo…! Bejo..! bersahutan tanpa henti membuat gaduh ruangan yang tadinya hening penuh kesedihan. Sampai akhirnya speaker tua di sudut ruang berbunyi nyaring mendiamakan keramaian. “Bapak-bapak Ibu-ibu… harap tenang kembali!!!. Kami mohon maaf atas lepasnya pasien sakit jiwa dari bangsal kami. Terima kasih”.
Suasana RSUD kembali tenang penuh senyuman dari wajah-wajah cemas yang sempat terhibur oleh Bejo yang telah dibawa kembali melewati lorong bangsal menuju kamarnya.
Terinspirasi dari video clip konyol Ello - Masih Ada. Semoga bisa diambil hikmahnya.. Videonya dapat dilihat di Youtube - Ello -
berpikir
Hari sayjo mengalami kejenuhan yang sangat, ketika ia mengahadapi lembaran kertas folio tertempel di almarinya. Lembaran itu berisikan jadwal ujiannya yang akan segera dimulai minggu depan. Pontang panting ia memikirkan jadwal jadwal itu ada yang sehari 2 mata kuliah adalagi satu mata kuliah yang waktu ujiannya paling buncit. Otaknya serasa pecah memikirkan itu semua, urat urat peluhnya menegang serasa mengekang dirinya yang selalu berpikir bagaimana aku harus mempelajari semua ini.
Pagi siang dan malam habis terlibas oleh pemikirannya tentang bagaimana dan bagaimana menghadapi ujian ini tanpa ada pelajaran yang ia baca satupun.
-
"Derajat manusia ada di hati bukan pada diri"
musayka reviros




