Jadilah seperti dirimu apa adanya. Gak lebih.
Jadilah seperti dirimu apa adanya. Gak lebih.
Cinta itu cinta
Kau bilang hitam, ku bilang putih
Kau suka merah, ku suka kuning
Naik ke atas, turun ke bawah
Belok ke kanan, belok ke kiri
Aku menangis, aku tertawa
Maju ke depan, mundur ke belakang
Ku sudah lapar, aku masih kenyang
Ku rasa haus, aku tak ingin minum
Ini cerita tentang pagi dan aroma bunga melati. Pagi itu selalu membuatku terbangun walau harus tertidur lagi kala matahari telah menyapaku dan burung burung telah bernyanyi untukku.
Setiap kali pagi menjelang, mataku tak pernah telat memandang, bercak sinarnya yang hadir selalu diawali dengan kabar kabar emas awan dari timur, membuatku terjaga dan menempatkan diri duduk manis menatap pintu rumahnya “ufuk timur”.
Ternyata bukan hanya aku yang terbangun, angin angin berhembus semilir membangunkan burung burung, dan burungpun terbang